Apa Yang Dimaksud Dengan Riba?

Salah satu dasar dari ekonomi Islam adalah beberapa larangan utama, yang salah satunya merupakan riba. Dalam bahasa arab, riba mempunyai arti “bertambah” dan bermakna keuntungan yang dilarang karena didapatkan secara tidak adil (unjust gain). Di dalam Qur’an, riba dibandingkan dengan jual-beli, yang mana keuntungannya diperbolehkan dalam Islam.

Ulama fiqih membagi riba ke dalam dua jenis, yaitu riba dayn dan riba ba’i.

Riba dayn

Bentuk riba yang sedang merajalela saat ini, yaitu riba (keuntungan) yang berasal dari transaksi hutang (dayn). Bunga dan imbal hasil yang diberikan/dikenakan oleh bank konvensional dan bank syariah masuk ke dalam sini karena pada dasarnya mereka adalah konsekuensi dari transaksi pinjaman (qardh). Tidak dibolehkan dalam Islam adanya penarikan keuntungan dari transaksi qardh karena sifatnya sebagai tindakan tolong-menolong. Sementara mengenai nisbah bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah atas transaksi yang diberikan label sebagai ‘mudharabah’ bila dilihat dari perjanjiannya maka terlihat jelas bahwa ini sama saja dengan transaksi pinjam-meminjam di bank konvensional.

Riba ba’i

Riba jenis ini adalah keuntungan yang didapat secara tidak adil dari transaksi jual-beli (ba’i). Dalam riba ba’i, ada dua kategori:

  • Riba al-fadhl Riba yang muncul akibat transaksi pertukaran antara barang tertentu yang sejenis namun berbeda kualitasnya. Barang-barang tertentu yang dilarang adalah emas, perak, kurma, gandum, dan garam. Para ulama juga sepakat bahwa barang-barang yang merupakan makanan pokok yang dapat disimpan lama seperti beras, jagung, dan lain-lain dapat di-qiyaskan menjadi masuk kategori tersebut. Dengan kata lain, dilarang untuk dilakukan barter dimana ada perbedaan kualitas untuk barang-barang tersebut.

  • Riba al-nasiah Riba al-nasiah muncul akibat transaksi pertukaran antara barang-barang yang mempunyai illat (fungsi atau kualitas) yang sama yang melibatkan perbedaan waktu antara penyerahan salah satu barang. Contoh: Membeli emas 10g dengan rupiah yang langsung dibayarkan sebelum emas diterima Menukar/membeli mata uang asing dengan rupiah tidak secara tunai

Galih Muhammad

Galih Muhammad

Software developer di HarukaEdu yang mempelajari ilmu muamalah setelah menempuh kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Komentar:




Sampaikan saran, kritik, atau pertanyaan